Ciprut - Antara Najis & Mesin Cuci
"Sudah lihat to Prut? Gimana pendapatmu, Prut?"
***
Satu jam sebelum mesin cuci selesai menyelesaikan tugasnya.
Sini Prut tak lihatkan mesin cuciku.
Baju-baju ini hanya kotor, tidak najis. Lha yang kena najis, kalau najisnya ada wujudnya ya tak buang dulu. Misal ini eeknya si adik. Tak siram dulu sampek hilang baru tak masukkan mesin.
Lah kalau najisnya nggak kelihatan ya langsung tak masukkan mesin langsung Prut. Kayak misalnya gamisku ini kan panjang, nyapu tanah. Aku juga nggak tahu gamis ini kena najis apa nggak pas aku jalan.
Beda lagi kalau najis mugholadhoh yang harus dibasuh 7 kali yang salah
satunya harus dengan debu, Prut. Tapi sejauh ini saya nggak pernah deket-deket anjing maupun babi sih.
Baju sudah masuk kan Prut. Ini mesin muat 7 kg, biasanya tak kasih 6 kg aja Prut ben awet mesine.
Nggak cepet rusak.
Ya kayak manusia lah Prut, nek dikasih pekerjaan banyak lak yo capek apalagi melebihi kapasitas otaknya malah iso garai stres.
Deterjen cair masuk sini, Prut. (Sambil nunjuk lubang khusus masukin deterjen).
Jangan lupa pencet tombol start nya. Penceten Prut, nek nggak mbok pencet nggak jalan mesinnya.
Mesin berputar dan Ciprut menunggui mesin yang lagi menjalankan tugasnya.
---
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment