Catatan Perjalanan (1)


Dua koper sudah tersegel   dengan rapi. Berisi beberapa lembar baju untuk 8 hari ke kota yang hendak kami kunjungi.

Lanjut service rutin mobil yang hendak kami pakai perjalanan. Mulai dari ganti oli, cek air wiper, air aki, sporing balancing dan lain-lain yang perlu dicek.

Perjalanan yang cukup melelahkan tapi senang ketika kami melewati tol transjawa yang baru diresmikan. Mobil melesat dengan tenang 80-100 km/jam. Ya, kami stabilkan diangka itu karena jalanan terlalu mulus tanpa hambatan.

Beberapa mobil memacu roda 4 mereka dengan kencang, wush..

Entah mereka sadar atau tidak dengan angka spedo yang tertera di mobil. Kecepatan itu bisa saja membuat mereka celaka. Di atas 120 km/jam tidak akan bisa untuk mendadak rem.

Jalanan begitu licin. Hujan deras mengguyur selama perjalanan. Dari tol Nganjuk hingga Cirebon hujan tak henti-hentinya membasahi jalan. Jarak pandang hanya 1 m saja tertutup lebatnya hujan. Kami tetap menstabilkan spedo kami diangka 80 km/jam. Entah berapa mobil yang sudah menyalip kami.

Begitu cepat wipper itu bekerja, menyapu guyuran air yang mengenai kaca depan agar pandangan ayah bisa tetep terjaga dengan aman.

Memasuki tol Semarang Cirebon, jalanan sedikit padat. Kami kira sudah saatnya untuk tap kartu e-toll. Ternyata tidak, hanya sebelah kiri saja yang ramai.
"Ada apa yah?" tanyaku sambil membenarkan dudukku melihat ke arah depan.
"Mobil Avansa nyemplung sebelah kiri."

Aku mendongak ke kaca kiri, mobil plat B itu terjun dikubangan tanah yang sudah menjadi lumpur akibat hujan lebat.
Sudah banyak mobil yang berhenti dan membantu mengevakuasi mereka tapi aku belum melihat mobil patroli bertengger di sana.

Sepertinya kecelakaan itu barusan saja.

Kecelakaan tunggalkah?

Ternyata tidak, sekitar 20 m dari lokasi minibus plat B itu nyemplung, bus besar berhenti dengan bamper depan sudah terkoyak.

Baru saja ayah membahas tentang angka spedo yang harus terus dilihat agar tetap stabil dikisaran 80-100 km/jam.

Ya, jalan tol ini terlalu mulus, lempeng, membuat orang yang duduk di belakang setir tak akan sadar menginjak gas mobil mereka dengan kecepatan tinggi. Mobil seakan berjalan pelan saja jika tak sesekali melihat jarum merah di depan setir.

No comments:

Post a Comment